Batam, [GT] – Ratusan pengemudi angkutan online yang tergabung dalam Komando Kota Batam mendatangi Mapolsek Sekupang Batam, Jumat (7/8/26).
Namun, kedatangan mereka bukan untuk menggelar aksi protes, melainkan memberikan apresiasi kepada jajaran Polsek Sekupang atas keberhasilan mengungkap kasus perampasan sepeda motor dan telepon genggam yang menimpa seorang driver ojek online.
Rombongan driver membawa ucapan terima kasih karena pelaku berhasil diringkus hanya dalam hitungan jam setelah kejadian. Mereka menilai respons cepat kepolisian telah memberikan rasa aman sekaligus menjawab keresahan para pengemudi angkutan online di Batam.
Ketua Umum Komando Kota Batam, Feryandi Tarigan, mengatakan pihaknya sengaja datang sebagai bentuk dukungan terhadap kinerja aparat kepolisian yang dinilai sigap menangani kasus tersebut.
“Kami datang membawa apresiasi yang tinggi karena dalam waktu beberapa jam personel Polsek Sekupang berhasil meringkus pelaku curas. Komando juga akan terus bersinergi dengan pihak kepolisian dalam menjaga keamanan di Kota Batam,” kata Feryandi.
Dalam kesempatan itu, Feryandi juga membantah pernyataan pelaku yang menyebut korban bernama Riski sempat mengonsumsi narkoba bersama sebelum aksi perampasan terjadi. Menurutnya, tudingan tersebut tidak memiliki dasar dan tidak disertai bukti.
“Kesaksian pelaku yang menyebut korban menghisap sabu bersama itu tidak benar. Pernyataan tersebut tidak berdasar dan tidak didukung bukti apa pun,” tegasnya.
Ia menjelaskan, korban justru menjadi sasaran tindak kekerasan hingga mengalami penganiayaan berat. Bahkan, korban disebut sempat terjatuh ke dalam lubang sedalam sekitar lima meter saat kejadian berlangsung.
Komando Kota Batam juga meminta penyidik mendalami kemungkinan pelaku pernah melakukan aksi serupa di lokasi lain. Mereka berharap seluruh rangkaian tindak pidana dapat diungkap sehingga pelaku mendapat hukuman sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Kami berharap kasus ini diusut hingga tuntas. Jika memang ada korban lain, semuanya harus terungkap agar para pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal,” pungkas Feryandi.
Kasus perampasan terhadap pengemudi ojek online tersebut menjadi perhatian komunitas driver di Batam. Mereka berharap pengungkapan cepat ini menjadi peringatan bagi pelaku kejahatan sekaligus meningkatkan rasa aman bagi para pengemudi yang setiap hari bekerja melayani masyarakat.(Ind)



























