Lingga, [GT] – Sagu bukan sekadar komoditas tradisional bagi masyarakat Desa Panggak Laut, Kecamatan Lingga, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau. Hasil olahan tanaman sagu kini menjadi salah satu sumber penghasilan utama warga sekaligus menggerakkan ekonomi desa.
Kepala Desa Panggak Laut, Agung Yuda P., mengatakan hampir 90 persen masyarakat setempat memiliki keterkaitan dengan aktivitas pengolahan sagu. Di desa tersebut terdapat sekitar 20 kilang yang menjadi pusat produksi sagu masyarakat.
“Pengolahan sagu ini memang sudah turun-temurun. Masyarakat memiliki dan mengolahnya secara mandiri,” kata Agung saat peninjauan sentra sagu BUMDes Karya Mandiri bersama Bank Indonesia Provinsi Kepri, Selasa (11/8/26).
Baca : Wisata ke Pantai Dungun Lingga Ada Momen Istimewa Saat Penyu Naik Bertelur
Dari sentra produksi masyarakat dan BUMDes Karya Mandiri, produksi sagu berkisar 12 hingga 18 ton per bulan, bergantung pada kapasitas kilang dan ketersediaan bahan baku.
Komoditas tersebut tidak hanya dipasarkan di Lingga. Sagu bersih telah dikirim ke Jambi, sementara tepung sagu dipasarkan ke Batam untuk kebutuhan pengolahan lanjutan. Produk turunannya juga mulai dikembangkan menjadi makanan dan kue berbahan dasar sagu.
Dari sisi harga, sagu yang dibeli dari petani berada di kisaran Rp2.400-Rp2.500 per kilogram, sedangkan sagu yang telah melalui proses pembersihan dapat mencapai sekitar Rp3.500 per kilogram.
Potensi tersebut membuat akses permodalan menjadi bagian penting dalam pengembangan usaha. Dukungan Bank Indonesia Provinsi Kepri, pemerintah daerah dan BUMDes diarahkan untuk memperkuat produksi serta mendorong pengembangan tepung sagu dan produk hilirisasi agar nilai ekonomi yang diterima masyarakat semakin besar.
Baca : Lingga Punya Tugu Khatulistiwa di Garis Nol Bumi, Viewnya Bikin Betah
Agung berharap sagu tidak berhenti sebagai bahan mentah. Dengan pasar yang mulai meluas dan bahan baku yang relatif terjaga, pengolahan sagu dinilai memiliki peluang menjadi komoditas unggulan ekonomi Lingga sekaligus membuka sumber pendapatan yang lebih kuat bagi masyarakat Panggak Laut.

























