Batam, [GT] – Patroli gabungan melakukan penindakan besar terhadap peredaran 1,3 ton narkotika kembali terjadi di wilayah perairan Indonesia. Petugas TNI Angkatan Laut mengamankan kapal KM King Sun yang diduga membawa ketamin dari luar negeri senilai Rp2,7 triliun.
Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan barang bukti ketamin dengan total berat mencapai 1,3 ton. Selain barang bukti narkotika, sejumlah warga negara asing (WNA) yang berada di atas kapal, termasuk nahkoda dan kru, turut diamankan untuk menjalani pemeriksaan.
Panglima Komando Armada Republik Indonesia (Pangkoarmada RI) Laksdya TNI Denih Hendrata menjelaskan, penindakan dilakukan setelah petugas mendapatkan informasi dan melakukan pemeriksaan terhadap kapal yang membawa muatan dari luar negeri.
Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan muatan yang diduga merupakan narkotika jenis ketamin dalam jumlah sangat besar.
“Barang bukti yang diamankan sekitar 1,3 ton,” ujar Laksdya TNI Denih Hendrata dalam keterangannya, Minggu (9/8/26) di Batam.
Menurutnya, pengamanan tidak hanya dilakukan terhadap barang bukti, tetapi juga terhadap nahkoda dan sejumlah kru kapal yang merupakan warga negara asing. Mereka diamankan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap jaringan di balik pengiriman narkotika tersebut.
Penindakan ini menjadi perhatian serius karena ketamin dalam jumlah mencapai lebih dari satu ton diduga dikirim melalui jalur laut dari luar negeri menuju wilayah Indonesia.
Petugas selanjutnya melakukan pendalaman terhadap asal muatan, tujuan pengiriman, pihak yang terlibat, serta kemungkinan adanya jaringan narkotika internasional yang memanfaatkan jalur laut.
Kasus tersebut kini masih dalam proses penyelidikan dan pengembangan. Aparat juga akan mendalami keterlibatan masing-masing orang yang diamankan untuk memastikan peran mereka dalam dugaan penyelundupan narkotika tersebut.
Dengan jumlah barang bukti mencapai 1,3 ton, pengungkapan ini menjadi salah satu penindakan narkotika skala besar yang mendapat perhatian aparat keamanan di wilayah perairan Indonesia.(Din)



























