Batam, [GT] – Warga Tanjung Sengkuang, Batu Ampar turun ke jalan dan menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Pemerintah Kota Batam dan DPRD Batam menuntut pasokan air bersih, Kamis (22/1/26).
Aksi ini buntut kesabaran warga habis, lantaran tempat tinggalnya tak mendapat pasokan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari berbulan telah berlangsung.
Aksi ini menjadi luapan kekecewaan warga yang mengaku telah menempuh berbagai cara demi mendapatkan hak paling dasar, air bersih. Mulai dari rapat dengar pendapat, bertemu langsung dengan Wali Kota Batam, hingga berulang kali berdiskusi dengan BP Batam. Namun semua upaya itu dinilai tak pernah berujung solusi.
“Hari ini kami terpaksa turun ke jalan. Air sampai sekarang tidak juga mengalir,” ujar Abdi Satria, perwakilan warga, dengan nada kecewa.
Di tengah terik matahari, warga menyuarakan tuntutan tegas. Mereka mendesak DPRD dan Pemko Batam segera mengambil langkah nyata untuk memulihkan pasokan air. Jika tidak, warga bahkan meminta Wali Kota Batam mundur dari jabatannya.
Bagi warga, krisis air bersih ini bukan sekadar soal teknis, melainkan bentuk kelalaian negara terhadap pelayanan publik. Mereka menilai kondisi ini bertentangan dengan Undang-Undang Pelayanan Publik dan hak dasar masyarakat atas air bersih.
Tak hanya Pemko Batam, BP Batam dan PT ABHi selaku pengelola air bersih juga menjadi sasaran tuntutan. Warga mendesak agar pengelola turun langsung ke lapangan dan memastikan distribusi air berjalan normal. Jika tak sanggup, mereka diminta berani mengundurkan diri.
Hingga berita ini diturunkan, aksi unjuk rasa masih berlangsung dengan pengamanan aparat. Warga berharap, teriakan hari ini tak lagi dijawab dengan janji, melainkan solusi nyata, agar air kembali mengalir ke rumah-rumah mereka.(*)



























