Jakarta, [GT] – Ketegangan geopolitik energi kembali memanas setelah India menolak menerima muatan gas alam cair (LNG) asal Rusia yang terkena sanksi Amerika Serikat. Akibatnya, kapal tanker Rusia Kunpeng berkapasitas 138.200 meter kubik kini terlunta-lunta di perairan dekat Singapura tanpa tujuan jelas.
Laporan Reuters menyebut kapal tersebut membawa LNG dari terminal Portovaya di Laut Baltik, fasilitas energi Rusia yang masuk daftar sanksi AS terkait perang Ukraina. Awalnya, tanker itu dijadwalkan bersandar di terminal LNG Dahej, India barat, pada April lalu.
Baca : Kapal Perang Amerika Seliweran Berlayar, Selat Malaka Bisa Ikut Terseret Konflik Timur Tengah
Namun New Delhi memilih menahan akses bongkar muat demi menjaga keseimbangan antara kebutuhan energi murah dan hubungan strategis dengan Washington. Meski Rusia disebut sempat mencoba menyamarkan asal-usul kargo, pelacakan satelit tetap berhasil mengungkap sumber LNG tersebut.
Kasus ini memperlihatkan semakin sulitnya Rusia mencari pasar baru untuk ekspor energinya di tengah tekanan sanksi Barat. Berbeda dengan minyak mentah yang dapat dipindahkan antarkapal di laut, pengiriman LNG jauh lebih mudah dilacak melalui sistem navigasi global.
Baca : Dampak Konflik Timur Tengah Meluas, Begini Prediksi BI Kepri
Hingga kini, kapal Kunpeng masih berada di sekitar perairan Singapura, sementara negosiasi antara Moskow dan New Delhi terkait impor LNG Rusia dikabarkan terus berlangsung.(Dtk)


























