Jakarta, [GT] – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali membuat dunia geger. Kali ini, Trump secara terbuka menyatakan keinginannya menjadikan Venezuela sebagai negara bagian ke-51 Amerika Serikat.
Pernyataan kontroversial itu muncul lewat unggahan terbaru Trump di media sosial Truth Social. Dalam postingannya, Trump menampilkan gambar Venezuela dengan bendera Amerika Serikat disertai tulisan “51st State” atau negara bagian ke-51 AS.
Saat ini, Amerika Serikat diketahui memiliki 50 negara bagian. Alaska dan Hawaii menjadi dua negara bagian terakhir yang resmi bergabung dengan Negeri Paman Sam pada 1959 silam.
Trump kemudian blak-blakan mengungkap alasan di balik ketertarikannya terhadap Venezuela. Dalam percakapan telepon dengan Fox News pada Senin (11/5/26), ia menyebut kekayaan minyak Venezuela yang diperkirakan bernilai US$40 triliun atau sekitar Rp699.690 triliun sangat menggiurkan.
“Venezuela menyukai Trump,” kata Trump kepada Fox News.
Trump bahkan mengindikasikan dirinya serius mempertimbangkan langkah menjadikan Venezuela bagian permanen dari Amerika Serikat.
Pernyataan itu langsung mendapat respons keras dari Pemerintah Venezuela. Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, menegaskan negaranya tidak pernah mempertimbangkan menjadi bagian dari AS.
“Itu tidak akan pernah dipertimbangkan, karena jika ada satu hal yang dimiliki oleh kami, kaum pria dan wanita Venezuela, adalah bahwa kami mencintai proses kemerdekaan kami, kami mencintai para pahlawan pria dan pahlawan wanita kemerdekaan kami,” kata Rodriguez kepada wartawan, dikutip dari AFP.
Hubungan AS dan Venezuela sendiri diketahui memanas sejak operasi militer Amerika yang menangkap mantan Presiden Venezuela Nicolas Maduro di Ciracas, Venezuela, pada 3 Januari 2026. Penangkapan tersebut kemudian memicu ketegangan geopolitik baru di kawasan Amerika Latin.
Sejak saat itu, Trump beberapa kali mengeluarkan pernyataan kontroversial terkait Venezuela. Ia bahkan pernah menyebut Amerika Serikat akan mengelola Venezuela selama masa transisi politik berlangsung.(*)
Sumber : wartaekonomi.co.id


























