Batam, [GT] – Insiden pelayaran yang melibatkan kapal MV Golden Star 1 bermuatan sekitar 107 kontainer di perairan Batam memicu respons cepat dari otoritas maritim setempat.
Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam bersama sejumlah instansi terkait langsung menggelar operasi penyelamatan guna memastikan keselamatan awak kapal, keamanan muatan, serta kelancaran arus pelayaran di sekitar lokasi kejadian.
Kepala KSOP Khusus Batam, M. Taswin, mengatakan pihaknya menerima informasi terkait kondisi darurat kapal tersebut dan segera melakukan koordinasi dengan seluruh unsur terkait untuk melaksanakan langkah-langkah penyelamatan.
“Kami berangkat menuju lokasi pada pukul 21.30 WIB untuk melaksanakan operasi penyelamatan. Prioritas utama kami adalah keselamatan jiwa manusia, keselamatan kapal, serta menjaga keamanan pelayaran di sekitar lokasi kejadian,” ujar Taswin.
Menurutnya, kapal yang mengalami insiden tersebut diketahui mengangkut sekitar 170 unit kontainer. Karena itu, penanganan dilakukan secara cepat dan terukur guna mencegah risiko yang lebih besar terhadap keselamatan pelayaran maupun lingkungan perairan.
Selain melakukan operasi penyelamatan, KSOP Khusus Batam juga mengaktifkan sistem peringatan navigasi bagi kapal-kapal yang melintas di sekitar lokasi kejadian.
“Dalam rangka menjamin keselamatan pelayaran, kami telah menyampaikan broadcast navigasi kepada seluruh kapal yang berada dan melintas di sekitar wilayah kejadian. Tujuannya untuk memberikan informasi dan peringatan navigasi kepada pengguna jasa pelayaran agar tetap waspada,” kata Taswin.
Ia menjelaskan, hingga saat ini pihaknya masih terus melakukan pemantauan terhadap kondisi perairan di sekitar lokasi. Pengumpulan data awal serta koordinasi lintas sektor juga terus dilakukan untuk mendukung proses penanganan dan investigasi lebih lanjut.
KSOP Khusus Batam bersama instansi terkait memastikan seluruh langkah penanganan dilakukan sesuai prosedur keselamatan pelayaran yang berlaku. Upaya tersebut juga bertujuan meminimalkan dampak terhadap aktivitas pelayaran yang menjadi jalur strategis di wilayah perairan Batam dan Selat Singapura.
“Hingga proses penanganan selesai, kami akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan keselamatan pelayaran tetap terjaga,” tegasnya.
Saat ini penyebab pasti insiden masih dalam proses pendalaman oleh otoritas terkait. Sementara itu, arus pelayaran di sekitar lokasi terus diawasi secara ketat guna menghindari potensi gangguan terhadap kapal-kapal yang melintas.(*)



























