Batam, [GT] – Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Kepri mendukung program nasional Zero Over Dimension Over Loading (ODOL), BPTD yang ditargetkan dapat terwujud secara bertahap hingga 2027.
Selain penegakan aturan, pendekatan edukasi dan kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci keberhasilan program tersebut.
Baca : Ribuan Truk ODOL Diincar Penertiban, BPTD Kepri Gencarkaan Kebijakan Baru
Direktur Lalu Lintas Polda Kepri Kombes Taufiq menjelaskan, bahwa keselamatan transportasi tidak hanya bergantung pada kondisi kendaraan, tetapi juga melibatkan sejumlah faktor pendukung lainnya.
“Terdapat lima aspek penting dalam mewujudkan keselamatan transportasi. Pertama adalah kendaraan yang memenuhi standar keselamatan, kedua pengguna jalan yang disiplin, ketiga petugas yang menjalankan fungsi keselamatan lalu lintas, keempat infrastruktur jalan yang berkeselamatan, dan kelima kesiapan dalam menghadapi perubahan cuaca serta dukungan layanan kesehatan,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan program Zero ODOL membutuhkan kerja sama seluruh pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, kepolisian, operator transportasi hingga masyarakat pengguna jalan.
Baca : Puluhan Kendaraan Penumpang dan Barang Terjaring Razia Dishub Batam
Saat ini, berbagai upaya edukasi dan sosialisasi terus dilakukan secara masif kepada pelaku usaha angkutan barang maupun pengemudi guna meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya kepatuhan pada aturan dimensi dan muatan kendaraan.
“Kami mendukung penuh program Zero ODOL dan terus melakukan edukasi secara berkelanjutan. Harapannya pada 2027 target yang telah ditetapkan pemerintah dapat tercapai sesuai mekanisme dan tahapan yang sudah disusun,” katanya, Senin (8/6/26).
Program Zero ODOL sendiri bertujuan memastikan kendaraan angkutan barang beroperasi sesuai spesifikasi teknis yang telah ditetapkan. Kendaraan tidak boleh melebihi batas dimensi maupun kapasitas muatan karena berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas serta mempercepat kerusakan infrastruktur jalan.
Baca : Korlantas Terbangkan Patroli Drone Presisi, Pantau Titik Rawan dan Arus Kendaraan
Selain itu, pengaturan kelas jalan juga menjadi bagian penting dalam mendukung keselamatan transportasi. Kendaraan berat diharapkan melintas pada jalur dan kelas jalan yang sesuai dengan kapasitasnya sehingga tidak mengganggu pengguna jalan lainnya.
Polri menilai langkah tersebut sejalan dengan visi pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045, di mana sistem transportasi yang aman, tertib, dan berkelanjutan menjadi salah satu fondasi utama dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan mobilitas masyarakat.
Momentum peringatan Hari Keselamatan Nasional yang diperingati setiap 19 September juga diharapkan menjadi spirit bagi pemangku kepentingan untuk terus memperkuat budaya keselamatan berlalu lintas di tanah air.
Penulis : Jupen
Editor : Panca



























