Dua Kapal Asing Jadi Target Operasi Gabungan di Perairan Sekupang dan Batu Ampar Batam

Petugas gabungan menyisir kapal asing di laut Batam.(Ist_)
Share

Batam, [GT] – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam memperketat pengawasan terhadap aktivitas warga negara asing (WNA) di jalur perairan internasional melalui Operasi Gabungan Pengawasan Keimigrasian yang digelar di wilayah Perairan Sekupang dan Batu Ampar, Rabu (22/7/26).

Operasi tersebut melibatkan lintas instansi, mulai dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kepulauan Riau, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam, Satuan Polisi Perairan Polresta Barelang, Bea Cukai Batam, Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Batam, hingga Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Advertisement

Dalam operasi tersebut, petugas menyasar dua kapal berbendera asing, yakni MV Forte yang berlabuh di Perairan Sekupang dan Vasco Da Gama di Perairan Batu Ampar.

Tim gabungan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap dokumen keimigrasian awak kapal, mulai dari paspor dan izin keimigrasian, crew list, last port clearance, dokumen manifes, sertifikat kesehatan, dokumen karantina, hingga dokumen pendukung lainnya sesuai kewenangan masing-masing instansi.

Tak hanya memeriksa administrasi, petugas juga melakukan pengecekan langsung ke sejumlah area kapal guna memastikan aktivitas seluruh awak kapal berjalan sesuai ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia.

Langkah tersebut merupakan bagian dari strategi pengawasan keimigrasian di wilayah perbatasan yang memiliki mobilitas internasional tinggi, sekaligus sebagai upaya pencegahan terhadap potensi pelanggaran hukum yang melibatkan warga negara asing.

Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ditemukan adanya pelanggaran keimigrasian maupun pelanggaran lain yang menjadi kewenangan instansi terkait.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam menegaskan bahwa pengawasan di wilayah perairan merupakan salah satu fokus utama mengingat posisi strategis Batam sebagai pintu gerbang internasional Indonesia.

“Sebagai daerah perbatasan yang memiliki mobilitas internasional tinggi, Batam memerlukan pengawasan yang adaptif dan berkelanjutan. Melalui operasi gabungan ini, kami memastikan setiap aktivitas orang asing di wilayah perairan tetap berjalan sesuai ketentuan keimigrasian, sekaligus memperkuat sinergi antarinstansi dalam melaksanakan fungsi imigrasi menjaga keamanan dan kedaulatan negara,” tegasnya.

Menurutnya, operasi serupa akan terus dilakukan secara berkala sebagai langkah preventif untuk menjaga keamanan wilayah perbatasan sekaligus memastikan seluruh aktivitas warga negara asing berlangsung sesuai peraturan perundang-undangan.

Operasi gabungan ini juga menjadi implementasi semangat “Imigrasi untuk Rakyat” serta menjalankan Perintah Harian Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko mengenai penguatan pengawasan keimigrasian dan penegakan hukum melalui kolaborasi lintas instansi.

Dengan pengawasan yang semakin intensif, Imigrasi Batam menegaskan komitmennya menjaga kedaulatan negara dari jalur perairan sekaligus memastikan setiap orang asing yang keluar masuk wilayah Indonesia mematuhi seluruh ketentuan hukum yang berlaku.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *