Johor, [GT] – Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Johor Bahru turut berpartisipasi dalam Pertemuan Tingkat Menteri ke-30 Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT Ministerial Meeting) tahun 2024 pada tanggal 8 – 13 September 2024 di Desaru Coast Confrence Centre, Johor, Malaysia.
Hadir pada pertemuan tersebut Konsul Jenderal RI Johor Bahru Bapak Sigit S. Widiyanto didampingi oleh Pelaksana Fungsi Ekonomi KJRI Johor Bahru beserta Konsul Jenderal RI Penang Bapak Wanton Sidauruk, beserta Fungsi Ekonomi, Atase Perhubungan Atase Imigrasi KBRI Kuala Lumpur juga turut mengikuti pertemuan yang berlangsung selama 4 hari tersebut.
Delegasi Indonesia diwakili oleh beberapa utusan dari kementerian sbb;
– Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia
– Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia
– Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia
– Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia
– Kementerian Agama Republik Indonesia
– Kementerian Hukum dan Ham
– Gubernur Sumatera Barat
– Akting Gubernur Sumatera Selatan
Pertemuan utamanya bertujuan untuk melaporkan dan mendapatkan arahan para menteri terkait capaian kegiatan/program kerja sama IMT-GT periode 2023-2024. Para Menteri IMTGT juga akan mendiskusikan dan mendukung beberapa deliverables sebagai berikut:
– IMT-GT Ministerial Joint Statement
– Reviu paruh waktu IMT-GT Implementation Blueprint 2022-2026
– Perkembangan pelaksanaan program Visit IMT-GT Year 2023-2025
– Penandatanganan IMT-GT Framework of Cooperation on Custom, Immigration, and
Quarantine (FoC on CIQ).
Delegasi RI dalam beberapa rapat terpisah melaporkan sejumlah pencapaian selama
memimpin IMT-GT periode 2023-2024, seperti program Visit IMT-GT Year 2023-2025, IMTGT Tourism and Transport Dialogue di Pulau Samosir, serta finalisasi kerja sama Bea dan
Cukai, Keimigrasian dan Karantina.
Serta menyampaikan beberapa projek kerjasama Indonesia dan Malaysia seperti konektivitas kapal Ferry Roro Melaka-Dumai, Johor-Batam serta pembangunan airport di Palembang, untuk dapat diangkat ketingkat pembahasan yang lebih tinggi. Dengan harapan tercapainya kemajuan signifikan dalam kerja sama regional.
Beberapa hal yang dibahas termasuk peningkatan produktivitas di bidang pertanian, promosi pariwisata, implementasi MoU Geopark, pengembangan jasa halal, integrasi konektivitas digital, dan peningkatan kapasitas SDM dalam transformasi digitalisasi.
Indonesia juga menekankan pentingnya IMT-GT untuk menguatkan kerja sama konektivitas dan mengoptimalkan komoditas strategis seperti kelapa sawit, kopi, dan karet. Pada pertemuan ini Indonesia telah menyerahkan estafet kepemiminan IMT-GT kepada Malaysia yang akan menjadi ketua perio
Pada kesempatan yang sama KJRI Johor Bahru menyediakan booth promosi Golden Visa Indonesia dan Bintan Resort Tanjung Pinang dan menghidangkan berbagai makanan ringan produk UMKM Tanjung Pinang.
Staf Teknis Imigrasi KJRI Johor Bahru Wahyu Kusumanegara kembali mempromosikan
Golden Visa yang memudahkan WNA berinvestasi di Indonesia dengan manfaat seperti masa tinggal hingga 10 tahun. Terdapat beberapa jenis Golden Visa yang fokus terhadap investor,seperti ;
1. Golden Visa untuk investor
2. Golden Visa untuk rumah kedua atau second home
3. Golden Visa untuk silver hair atau warga negara yang berusia diatas 60 tahun
4. Golden Visa global talent
5. Golden Visa untuk tokoh dunia
Dengan salah satu syaratnya adalah komitmen untuk berinvestasi di Indonesia, misalnya
melalui pendirian perusahaan atau pembelian properti.
Golden Visa juga juga disediakan untuk rumah kedua bagi WNA, warga berusia di atas 60
tahun, global talent, dan tokoh dunia. Tujuan Golden Visa adalah agar WNA dapat
berkontribusi dalam pembangunan Indonesia.
Informasi lebih lanjut dapat diperoleh dengan
menghubungi sosial media KJRI Johor Bahru atau mengunjungi laman https://evisa.imigrasi.go.id



























