DAERAH  

Imigrasi Batam Setor Rp136 Miliar ke Negara, Kinerja 2025 Nyaris Sempurna

Share

Batam, [GT] – Menutup tahun 2025, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam mencatatkan kinerja impresif yang berdampak langsung pada penerimaan negara, iklim investasi, serta pelayanan publik.

Sepanjang Januari hingga Desember 2025, instansi vertikal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan ini menunjukkan performa nyaris sempurna, baik dari sisi serapan anggaran maupun kontribusi terhadap Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Advertisement

Dari sisi pengelolaan anggaran, Imigrasi Batam berhasil merealisasikan belanja sebesar Rp40,49 miliar atau 99,61 persen dari total pagu anggaran tahun 2025.

Capaian ini mencerminkan efektivitas perencanaan dan disiplin eksekusi anggaran di tengah tuntutan pelayanan publik yang terus meningkat.

Tak hanya itu, kontribusi Imigrasi Batam terhadap kas negara juga melampaui ekspektasi. Sepanjang 2025, PNBP yang dihimpun mencapai Rp136,61 miliar, atau 118,03 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp115,75 miliar.

Angka ini menegaskan peran strategis Batam sebagai salah satu pintu gerbang utama mobilitas orang dan aktivitas ekonomi internasional di Indonesia.

Pelayanan Paspor dan Izin Tinggal Tetap Mendominasi

Dalam aspek layanan keimigrasian, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam, Hajar Aswad, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerbitkan 77.790 paspor elektronik sepanjang 2025.

Sementara untuk layanan Warga Negara Asing (WNA), Imigrasi Batam menerbitkan 3.600 Izin Tinggal Terbatas (ITAS), 114 Izin Tinggal Tetap (ITAP), serta 2.531 Izin Tinggal Kunjungan (ITK).

Di sisi lain, Imigrasi Batam juga memperketat pengawasan dengan menunda penerbitan paspor terhadap 178 permohonan yang terindikasi berkaitan dengan upaya bekerja secara nonprosedural, baik yang diajukan di kantor utama maupun Unit Layanan Paspor Harbourbay.

Ribuan Keberangkatan Ditunda Demi Cegah TPPO

Dalam konteks pengawasan lalu lintas orang dan pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), Imigrasi Batam mencatat 5.659 penundaan keberangkatan di berbagai titik strategis, seperti Pelabuhan Batam Center, Sekupang, Nongsa, Bengkong, Citra Tri Tunas, hingga Bandara Internasional Hang Nadim.

Langkah ini dinilai krusial dalam melindungi Pekerja Migran Indonesia dari praktik nonprosedural yang berpotensi merugikan secara ekonomi maupun kemanusiaan.

Inovasi Layanan Dorong Efisiensi dan Humanisme

Sepanjang 2025, Imigrasi Batam juga aktif mendorong transformasi layanan berbasis inovasi. Sejumlah terobosan diluncurkan, mulai dari Immicare Reach-Out untuk layanan izin tinggal langsung ke kawasan industri dan KEK, layanan paspor darurat bagi pasien yang membutuhkan pengobatan ke luar negeri, hingga implementasi layanan paspor paperless yang sepenuhnya berbasis digital.

Tak hanya fokus pada efisiensi, pendekatan humanis juga diperkuat melalui program IM-pression, yang menghadirkan pesan kepedulian dan edukasi keimigrasian bagi para pengguna jasa di Tempat Pemeriksaan Imigrasi.

Borong Penghargaan Nasional

Atas capaian dan inovasi tersebut, Imigrasi Batam berhasil meraih berbagai penghargaan nasional sepanjang 2025, mulai dari inovasi layanan publik, pengelolaan administrasi, hingga kehumasan dan media sosial, termasuk dalam ajang Anugerah Humas Imigrasi Indonesia (AHII).

Menatap tahun 2026, Hajar Aswad menegaskan bahwa capaian ini menjadi fondasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan yang profesional, adaptif, dan mendukung iklim investasi di Kota Batam.

“Capaian ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran Imigrasi Batam, dukungan masyarakat, serta sinergi dengan instansi terkait. Ke depan, kami berkomitmen menghadirkan layanan yang semakin responsif dan sejalan dengan 15 Program Aksi 2026 Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan,” ujarnya, dalam keterangan tertulis, Selasa (6/1/26).

Dengan performa fiskal dan pelayanan yang solid, Imigrasi Batam kian menegaskan perannya sebagai salah satu motor penting dalam mendukung mobilitas global dan pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya di kawasan perbatasan strategis seperti Batam.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *