Batam, [GT] – Insiden kebakaran dan kecelakaan kerja yang terus berulang di kawasan ASL Shipyard kembali menjadi sorotan serius Pemerintah Kota Batam.
Baca : Kapal Terbakar di Galangan Batu Aji, PT ASL Shipyard Kembali Disorot
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad menegaskan, peristiwa kebakaran kapal hingga kasus pekerja tersengat listrik tidak bisa lagi dianggap sebagai kejadian biasa.
Menanggapi insiden terbaru berupa ledakan dan kebakaran yang terjadi pada malam hari, Amsakar mengaku langsung mengambil langkah cepat dengan memerintahkan Dinas Tenaga Kerja melalui tim pengawas ketenagakerjaan untuk segera turun ke lokasi.
“Saya minta tim pengawas segera ke lapangan dan memberikan peringatan keras. Ini tidak bisa dibiarkan,” tegasnya, Rabu (28/1/26) usai rapat paripurna di DPRD Batam.
Baca : Polisi Tetapkan 7 Tersangka Tragedi Kebakaran Maut MT Federal II di PT ASL Batam
Ia menyebutkan, bahwa perusahaan dengan tingkat risiko kerja tinggi, seperti galangan kapal, seharusnya sudah menerapkan standar keselamatan kerja yang ketat. Bahkan, menurutnya, penyesuaian upah bagi pekerjaan berisiko tinggi juga telah mulai dilakukan sebagai bentuk perlindungan terhadap pekerja.
“Pekerjaan dengan risiko besar memang harus menjadi atensi kita semua. Itu sudah menjadi komitmen,” ujarnya.
Namun demikian, Amsakar menyayangkan masih terjadinya insiden meski sebelumnya perusahaan telah berkomitmen melakukan pembenahan dan pengenalan sistem keselamatan kerja. Fakta bahwa kebakaran kembali terjadi dinilai sebagai sinyal lemahnya implementasi di lapangan.
Ia pun membuka kemungkinan evaluasi izin operasional, termasuk pemberian sanksi administratif hingga rekomendasi pencabutan izin apabila perusahaan tidak menunjukkan perbaikan nyata.
Baca : Misteri Kebakaran Maut MT Federal II PT ASL, Polda Kepri Turunkan Tim Labfor Bareskrim
“Kami tidak ingin kejadian seperti ini terus berulang. Keselamatan pekerja adalah hal utama dan tidak bisa ditawar,” tandasnya.(Ody)



























