Kemudahan Keimigrasian Bagi JCH Segera Hadir di Solo dan Surabaya

Share

Riyad, [GT] – Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM RI Silmy Karim bertemu dengan Dirjen Imigrasi Arab Saudi Sulaiman bin Abdul Aziz pada Senin (26/02/24) di gedung Direktorat Jenderal Imigrasi Kerajaan Arab Saudi di Riyadh.

Silmy mengatakan dalam pertemuan itu, sejumlah poin dibahas untuk mendukung kerja sama kedua belah pihak. Diantaranya, kemudahan keimigrasian bagi Jemaah Calon Haji (JCH) asal Indonesia yang akan segera hadir di Solo dan Surabaya, Jawa Timur.

Advertisement

“Saya sangat mengapresiasi, berterima kasih dan mendukung sepenuhnya [kemudahan keimigrasian bagi jemaah calon haji],” tuturnya, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (27/2/24).

Di tahun sebelumnya, pemerintah Arab Saudi telah memberlakukan layananpemeriksaan pra kedatangan di Bandara Soekarno-Hatta melalui Makkah RouteInitiatives (MRI).

Skema diperuntukkan bagi jemaah haji dari sejumlah negara, salahsatunya Indonesia. MRI memungkinkan jamaah haji untuk memenuhi semuapersyaratan visabandara keberangkatan mereka, sehingga menghemat waktuberjam-jam menunggu setibanya di Arab Saudi.

Selain itu, pemeriksaan keimigrasianoleh imigrasi Arab Saudi dilakukan sebelum keberangkatan, sehingga jemaah tanpa melewati tahapan imigrasi di Bandara tujuan.

Dalam kesempatan tersebut, Silmy menawarkan agar layanan tersebut dapat diperluas tidak hanya di Bandara kota Solo dan Surabaya, melainkan juga di bandara-bandara lain.

Silmy juga membuka pembicaraan mengenai kemungkinan skema tersebutditerapkan secara resiprokal dimana petugas imigrasi Indonesia melakukanpemeriksaan keimigrasian pra kepulangan, pada bandara di Arab Saudi, sebelum parajemaah haji kembaliIndonesia.

“Kami usulkan agar skema tersebut bisa berlaku secara resiprokal. Secara resmi nantikami akan bersurat. Hal ini menjadi perhatian kami, bagaimana caranya agar para tamuAllah ini bisa kita mudahkan [prosesnya] saat berangkat dan pulang,” jelas Silmy.

Dirjen Imigrasi Arab Saudi menyambut baik usulan tersebut dan mengutarakan harapannya.

“Kami berharap bisa menyelesaikan permasalahan WNI lainnya, seperti visa, izintinggal, dan daftar blacklist, tetapi kami juga berkomitmen untuk memudahkan prosespelayanan bagi jemaah haji dan umroh asal Indonesia,” tutur Sulaiman optimis.

Pertemuan dengan Direktur Jenderal Imigrasi Arab Saudi diharapkan akan memberikandampak positif yang signifikan dalam upaya perlindungan terhadap WNI, khususnya diArab Saudi.

“Dirjen Imigrasi Arab Saudi sangat terbuka dan memiliki itikad baik untuk membantu menyelesaikan permasalahan WNI dan Arab Saudi dengan memberikan kemudahan bagi warga kita yang bermasalah disana”, tutupnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *