Batam, [GT] – Tiga hari, hingga Hari Raya Idul Fitri 1446 H, Menteri Transmigrasi (Mentrans), Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara sengaja datang jauh untuk berlebaran bersama warga penerima program insentif Proyek Strategis Nasional (PSN) Rempang Eco-City dan kini bermukim di Tanjung Banon.
Mentrans Iftitah datang kunjungan dengan membawa kabar baik, Pulau Rempang akan menjadi pilot project program transmigrasi terintegrasi Batam, Rempang dan Galang (Barelang). Hal ini bertujuan bagi pengembangan terhadap masyarakat terdampak.
“Transmigrasi bukan sekadar memindahkan orang, tetapi membangun kawasan ekonomi baru terintegritas. Transmigrasi sudah bertransformasi. Bagi yang disini jangan pamer terhadap insentif apa saja yang diterima dari pemerintah,” mintanya.
Meski belum ada resep jitu, Iftitah mengakui bahwa pemerintah segera menemukan formula yang dapat mewujudkan setiap program, dan jenis bantuan yang diinginkan oleh masyarakat.
Seperti pelantar yang diperuntukan bagi masyarakat nelayan, ada juga intensif berbentuk bantuan 20 unit perahu hasil kerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Batam.
Iftitah juga tak menampik masih adanya suara penolakan dari warga untuk program atas proyek di Pulau Rempabg tersebut. Menurutnya, perbedaan pandangan dan keputusan jangan sampai menimbulkan perpecahan antar warga setempat.
“Jangan ada lagi permusuhan antara warga. Hindari tindakan anarkis dan intimidasi hingga ada pemicu permusuhan antara warga. Apa yang kami dapat hingga hari ini akan dibawa ke Jakarta, untuk nanti dapat duduk bersama kembali mencari jalan keluar yang ” jelasnya.
Setelah salat Ied Hari Raya, Mentrans Iftitah menyempatkan menyapa warga penerima program insentif yang kini bermukim di Tanjung Banon, Rempang, Batam, agar tidak memamerkan setiap insentif dan bantuan yang diterima dari Pemerintah.(*)



























