Batam, [GT] – Polda Kepri memastikan seluruh korban meninggal dunia dalam peristiwa kebakaran kapal Federal II di PT ASL Shipyard, Tanjung Uncang, Kota Batam, telah berhasil diidentifikasi.
Baca : Tangis Histeris Keluarga Korban Kebakaran MT Federal II, Ini Identitasnya
Kabidokes Polda Kepri, drg. Muhammad Zakir menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban dan memastikan proses identifikasi dilakukan dengan metode ilmiah yang akurat.
“Tim DVI Polda Kepri telah berhasil mengidentifikasi sepuluh korban berdasarkan pemeriksaan sidik jari, data medis, properti, serta profil gigi. Hasilnya seluruhnya valid,” ungkapnya.
Setelah proses identifikasi rampung, tim medis melaksanakan tahapan pemulasaraan, pengawetan, pemetian, dan penyerahan jenazah kepada keluarga.
Baca : Kapolda Kepri Janji Tindak Tegas Bila Ditemukan Kelalaian di Ledakan Federal II
Dari sepuluh korban, Zakir menyebut, delapan di antaranya akan dipulangkan ke kampung halaman masing-masing di Pekanbaru, Palembang, dan Medan, sementara dua korban lainnya dimakamkan di Batam.
“Kami juga sudah berkoordinasi dengan rumah sakit Bhayangkara di daerah tujuan agar proses penjemputan jenazah di bandara hingga ke lokasi pemakaman berjalan lancar. Kendaraan pengantaran juga kami sediakan sebagai bentuk pelayanan dan kepedulian Polri,” tambahnya.
Sementara itu, Kapolsek Batu Aji AKP Raden Bimo Dwi Lambang menjelaskan bahwa penanganan kasus kebakaran kapal Federal ditangani oleh Satreskrim Polresta Barelang.
“Lokasi kejadian sudah kami pasangi garis polisi. Namun olah TKP belum bisa dilakukan secara penuh karena kondisi kapal masih dalam proses pendinginan,” katanya.
Baca : Keselamatan Kerja Minim, PT ASL Diminta Tanggungjawab Insiden Kebakaran MT Federal II
Ia menambahkan, Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin bersama pejabat utama Polda Kepri juga telah meninjau langsung lokasi kejadian. Dalam insiden tragis itu, sepuluh orang dinyatakan meninggal dunia dan 21 lainnya mengalami luka-luka.
Kepolisian memastikan seluruh proses penanganan korban, penyelidikan, hingga pemulangan jenazah berlangsung dengan penuh empati dan profesionalisme.(*)



























