Ayah dan Ibu Tiri Aniaya Anak di Batam, Romo Paschal Pertanyakan Status Kota Layak Anak

Share

Batam, [GT] – Kasus kekerasan terhadap anak kembali mengguncang Kota Batam. Kali ini, dugaan penganiayaan oleh ayah kandung dan ibu tiri terhadap seorang anak di bawah umur terjadi di Kecamatan Sagulung, Batam, Kepri.

Peristiwa tersebut menuai perhatian dari berbagai kalangan, termasuk aktivis kemanusiaan Kota Batam, Romo Paschal. Ia mengaku sangat miris karena pelaku kekerasan justru berasal dari lingkungan terdekat yang seharusnya menjadi tempat paling aman bagi anak.

Advertisement

“Saya sangat miris melihat kejadian kekerasan terhadap anak yang terus berulang. Apalagi pelakunya adalah orang-orang terdekat korban, bahkan orang tua sendiri. Ini tentu menjadi alarm serius bagi kita semua,” ujar Romo Paschal.

Baca : Setelah Ibu Tiri, Polisi Kini Tetapkan Ayah Kandung AC Tersangka Penganiayaan

Menurutnya, kasus yang terjadi di Sagulung menambah panjang daftar kekerasan terhadap anak yang terjadi di Batam dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut membuat publik mulai mempertanyakan efektivitas pengawasan terhadap perlindungan anak di daerah yang selama ini menyandang predikat Kota Layak Anak.

Romo Paschal menilai, maraknya kasus kekerasan anak seharusnya menjadi bahan evaluasi menyeluruh bagi pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan.

“Kalau masih banyak kasus kekerasan anak seperti ini, maka muncul pertanyaan dari masyarakat, masih relevankah Batam disebut sebagai Kota Layak Anak? Bagaimana pengawasan yang dilakukan? Dan bagaimana indikator sebuah kota bisa dinobatkan sebagai kota yang ramah dan layak bagi anak-anak?” katanya, Rabu (24/6/26).

Baca : Wako Batam Jenguk Bocah Korban Penganiayaan Ibu Tiri, Pemko Jamin Pendidikan hingga Tuntas

Ia juga menyoroti momentum peringatan Hari Anak Nasional yang akan berlangsung bulan depan. Menurutnya, peringatan tersebut tidak boleh hanya menjadi kegiatan seremonial semata, melainkan harus menjadi refleksi bersama terhadap kondisi perlindungan anak yang sesungguhnya di lapangan.

“Jangan sampai kita merayakan Hari Anak Nasional secara besar-besaran, tetapi di sisi lain masih banyak anak yang menjadi korban kekerasan. Ini harus menjadi bahan introspeksi bersama,” tegasnya.

Romo Paschal mendorong pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga perlindungan anak, sekolah hingga masyarakat untuk memperkuat sistem pengawasan dan pencegahan kekerasan terhadap anak agar kasus serupa tidak terus berulang.

Kasus dugaan penganiayaan yang terjadi di Sagulung saat ini masih dalam penanganan pihak kepolisian. Masyarakat berharap proses hukum dapat berjalan maksimal sehingga memberikan keadilan bagi korban sekaligus efek jera bagi pelaku.(Nca)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *