Batam, [GT] – Bank Indonesia (BI) kembali memperkuat perannya dalam menjaga kedaulatan ekonomi nasional melalui pelaksanaan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026. Program yang digelar bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) tersebut menjadi langkah strategis untuk memastikan ketersediaan uang rupiah layak edar hingga ke wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T) Indonesia.
Ekspedisi resmi diberangkatkan dari Pelabuhan Bintang 99 Batu Ampar, Batam, Kamis (2/7/2026), dengan membawa misi distribusi uang rupiah senilai sekitar Rp14 miliar ke sejumlah pulau terluar di Provinsi Kepulauan Riau.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Rony Widijarto, mengatakan kehadiran rupiah di seluruh wilayah Indonesia merupakan bagian dari amanat konstitusi sekaligus bentuk nyata kehadiran negara dalam menjaga stabilitas sistem pembayaran nasional.
Menurutnya, rupiah tidak hanya berfungsi sebagai alat transaksi, tetapi juga memiliki makna strategis sebagai simbol kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), terutama di wilayah perbatasan yang berbatasan langsung dengan negara lain.
“Rupiah bukan hanya alat pembayaran yang sah, tetapi juga representasi kedaulatan negara. Karena itu, Bank Indonesia memastikan masyarakat di wilayah terluar tetap mendapatkan akses terhadap uang rupiah yang layak edar,” kata Rony.
Melalui Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026, Bank Indonesia menargetkan terpenuhinya kebutuhan masyarakat terhadap uang tunai berkualitas sekaligus menjaga kelancaran aktivitas ekonomi di daerah kepulauan yang memiliki keterbatasan akses layanan perbankan.
Dalam pelaksanaannya, tim ekspedisi menggunakan KRI Beladau 643 milik TNI AL untuk menempuh perjalanan sejauh 1.135 nautical mile. Rute pelayaran meliputi Batam, Tarempa, Midai, Subi Besar, Tambelan, Singkep, dan kembali ke Batam.
Wilayah-wilayah tersebut dipilih karena memiliki posisi strategis sebagai kawasan perbatasan sekaligus menghadapi tantangan geografis yang cukup besar dalam distribusi uang tunai dan layanan keuangan formal.
Rony menjelaskan, dana sekitar Rp14 miliar yang dibawa dalam ekspedisi akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan uang layak edar masyarakat serta menggantikan uang yang sudah rusak atau tidak layak digunakan. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga kualitas fisik rupiah yang beredar di masyarakat sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap mata uang nasional.
Selain distribusi uang tunai, program ERB juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya merawat rupiah melalui kampanye Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah yang selama ini menjadi bagian dari strategi literasi Bank Indonesia.
Tahun 2026, ekspedisi di Kepulauan Riau tercatat sebagai ekspedisi ke-10 dari total 19 kegiatan serupa yang dilaksanakan Bank Indonesia di berbagai wilayah Indonesia. Program tersebut menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga kelancaran sistem pembayaran nasional, terutama di daerah yang sulit dijangkau transportasi reguler.
Di tengah tantangan geografis Indonesia sebagai negara kepulauan, Ekspedisi Rupiah Berdaulat tidak hanya berfungsi sebagai sarana distribusi uang tunai, tetapi juga menjadi simbol kehadiran negara dalam menjaga kedaulatan ekonomi hingga ke pulau-pulau terluar.
Melalui kolaborasi dengan TNI AL, Bank Indonesia memastikan bahwa setiap warga negara, termasuk yang berada di wilayah perbatasan, memiliki akses yang sama terhadap rupiah sebagai satu-satunya alat pembayaran yang sah di Indonesia.



























