DAERAH  

Arus Digitalisasi Tak Terbendung, BPIP Turun ke Batam Sosialisasi Pancasila Jadi Benteng Terakhir

Share

Batam, [GT] – Di tengah derasnya arus digital yang kian sulit dibendung, Dewan Pimpinan Wilayah Brigade Nusantara (DPW BRINUS) Provinsi Kepulauan Riau sukses menggelar Sosialisasi dan Diskusi Panel Pembinaan Penguatan Ideologi Pancasila bersama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI.

Kegiatan yang berlangsung di Aston Batam Hotel & Residence, Kamis (19/2/2026), itu menjadi forum strategis yang mempertemukan berbagai elemen penting, mulai dari pejabat nasional hingga tokoh daerah. Agenda ini tak sekadar seremonial, tetapi menjadi ruang refleksi atas posisi Pancasila di era digital yang penuh disrupsi.

Advertisement

Sejumlah tokoh kunci hadir dalam diskusi tersebut. Kepala BPIP RI Yudian Wahyudi tampil sebagai pemateri utama, didampingi Komandan Korem 033 Wira Pratama Brigjen TNI Bambang Herqutanto, Kepala Badan Kesbangpol Kota Batam Riama Manurung, serta Wakapolresta Barelang AKBP Fadli Agus.

Forum yang mengusung tema “Penguatan Nilai Pancasila di Tengah Tantangan Arus Digital” ini menyoroti fenomena sosial baru, di mana teknologi bukan hanya membawa kemudahan, tetapi juga berpotensi menggerus nilai kebangsaan jika tak disikapi dengan bijak.

Peserta yang hadir pun mencerminkan keberagaman. Mulai dari perwakilan universitas dan perguruan tinggi di Batam, unsur Purna Paskibraka Provinsi Kepri dan Kota Batam, organisasi kepemudaan, hingga OPD dan ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepri dan Kota Batam.

Kepala BPIP RI, Yudian Wahyudi, menegaskan bahwa Pancasila tetap menjadi fondasi utama dalam menjaga keutuhan bangsa di tengah perubahan zaman.

“Bingkai kesatuan bangsa dan negara adalah Pancasila. Di tengah derasnya arus informasi dan pengaruh global, nilai-nilai Pancasila harus terus diperkuat, bukan hanya dipahami, tetapi juga dihidupi,” ujarnya.

Menurut Yudian, era digital menghadirkan tantangan ideologis yang tak kasat mata. Informasi yang masif, opini yang liar, serta budaya instan berpotensi membentuk cara pandang generasi muda jika tanpa filter kebangsaan yang kuat.

Diskusi ini pun menjadi pengingat bahwa penguatan ideologi bukan semata tanggung jawab pemerintah, melainkan gerakan bersama seluruh elemen masyarakat.

Melalui forum ini, BRINUS Kepri berharap semangat kebangsaan dan nilai Pancasila tidak sekadar menjadi wacana, tetapi mampu menjelma sebagai sikap dan karakter di tengah masyarakat digital yang terus berkembang.(Nca)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *