DAERAH  

BI Kepri Catat Transaksi QRIS Cross Border Terus Meningkat Signifikan di 2025

Kepala Perwaakilan BI Kepri Rony Widijanto.(GRTT/Nug)
Share

Batam, [GT] – Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepri, Rony Widijarto menyebutkan, pertumbuhan QRIS lintas negara atau cross border cukup signifikan di Kepulauan Riau.

Suasana bincang bareng media BI Kepri di Batam.(GRTT/Nug)

Apalagi pembayaran non tunai ini telah digunakan wisatawan mancanegara dari Singapura, Thailand dan Malaysia. Hal ini, tak hanya membuka peluang besar untuk pariwisata dan UMKM lokal, tapi juga ekspor-impor dan industri lainnya.

Advertisement

“Transaksi QRIS lintas batas makin relevan, terutama bagi Kepri yang berada di kawasan strategis perbatasan,” katanya, saat bincang media, Selasa (8/7/25).

Keberhasilan perluasan QRIS di Kepri tak lepas dari upaya bersama Bank Indonesia, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan lembaga keuangan. Edukasi dan memperluas akses ke seluruh lapisan masyarakat termasuk di daerah hinterland terus dilakukan.

“BI Kepri akan terus mendorong digitalisasi sistem pembayaran di semua sektor, termasuk transportasi dan layanan publik. Membuat QRIS bukan hanya alat bayar, tapi juga jembatan menuju ekonomi digital yang inklusif,” ujar Rony.

Secara fluktuatif digitalisasi pembayaran di Kepulauan Riau (Kepri) menunjukkan perkembangan hingga Mei 2025, volume transaksi menggunakan QR Code Indonesian Standard (QRIS) berada di 23,64 juta transaksi. Angka ini tumbuh 105,65 persen secara tahunan.

Untuk besaran nominal, nilai transaksi QRIS di Kepri juga meningkat signifikan. Hingga Mei 2025, tercatat Rp3,34 triliun, naik 95,73 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya.

Sebagai perbandingan, secara nasional volume transaksi QRIS mencapai 4,69 miliar transaksi (tumbuh 150,02 persen) dengan nilai Rp468,67 triliun (naik 137,77 persen).

Dalam tiga tahun terakhir, pertumbuhan akseptasi QRIS di Kepri terus melaju pesat. Pada 2023, volume transaksi QRIS di Kepri tercatat 15,61 juta dengan nominal Rp2,25 triliun.

Angka itu melonjak pada 2024 menjadi 33,94 juta transaksi (tumbuh 117,34 persen) dengan nilai Rp5,03 triliun (naik 123,29 persen). Sementara untuk 2025, hingga Mei, telah mencapai 23,64 juta transaksi dan nilai Rp3,34 triliun.(Ody)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *