Batam, [GT] – Kantor Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepulauan Riau melepas Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2025 di lima daerah terluar dan terdepan serta terpencil (3T) di Kepri, Selasa (22/7/25).
Kegiatan tersebut untuk mendukung kebutuhan uang pecahan di daerah 3T yang jarang dijangkau. Misi ini juga mengemban tugas agar menebar cinta, bangga terhadap Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara.
Baca : BP Batam – Bank Mandiri Sepakat Fokus Peningkatan Kualitas Layanan Perbankan
Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI Pusat Anwar Basori mengatakan, dalam misi tersebut ada karyawan BI dari luar Kepri diberangkatkan di Pelabuhan Batu Ampar menggunakan Kapal KRI Hasan Basri menuju Jemaja, Tarempa, Serasa, Dabo Singkep dan Tambelan, Bintan.
“Tahun ini secara nasional kita adakan di 16 Provinsi dan 81 Pulau di Indonesia. Untuk di Kepri ada 4 Kabupaten dan 5 daerah yang disambangi,” katanya.
Baca : Rony Widijarto Resmi Pimpin BI Kepri, Fokus Perkuat Ekonomi dan Digitalisasi Daerah
Kegiatan ini, lanjut Anwar, akan berlangsung selama dua pekan ke depan dan juga akan dibantu pengawalan oleh TNI Angkatan Laut. Dalam ekspedisi itu, BI membawa uang sebanyak Rp13 miliar dengan berbagai pecahan.
“Kita sesuaikan dengan kebutuhan di masyarakatnya. Bagaimana tingkat ekonomi di daerahnya. Bagaimana uang berputar. Begitulah modal yang kami bawa ke sana, sesuai kebuduhan berdasarkan data,” katanya.
Menurut Anwar, sebelum ekspedisi ini dilakukan, pihaknya sudah terlebih dulu mendata informasi kebutuhan uang pecahan di daerah 3T. Ia mengatakan, kegiatan ini bertujuan memenuhi kebutuhan uang berkualitas baik bagi masyarakat
“Sekaligus melakukan edukasi dan literasi cinta dan bangga terhadap mata uang Rupiah. Menarik uang tak layak edar mengganti dengan layar edar. Uang baru,” ujarnya.
Baca : BI Kepri Catat Transaksi QRIS Cross Border Terus Meningkat Signifikan di 2025
Selain itu, kegiatan ini juga untuk mengedukasi, mendorong pertumbuhan ekonomi dan juga mengajak masyarakat cinta dan bangga dengan menggunakan Rupiah sebagai alat transaksi pembayaran secara resmi dan berdedikasi.
“Kita edukasi jangan melipat, merobek dan membasahi uang. Ketika juga harus bangga dan paham sehingga menghindari penggunaan selain rupiah. Kita juga mengadakam kegiatan sosial, baik bidang Pendidikan, Kesehatan dan Ekonomi,” ucapnya.
Anwar berharap, masyarakat di daerah 3T di Indonesia khusunya Kepri bisa paham dan sadar terkait rupiah sebagai kedaulatan negara.
“Selama kita lakukan kegiatan ini direspon positif oleh masyarakat dan melakukan perubahan dalam transaki pembayaran,” tutupnya.(Nca)



























