Batam, [GT] – Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) berhasil tampil gemilang dengan mencatatkan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sumatra, capaian itu di tengah ketidakpastian gelobal.
Kepala Perwakilan BI Kepri, Ronny Widijarto, menyebut ekonomi Kepri tumbuh solid dengan inflasi terjaga di angka 2,8 persen. “Ini kombinasi yang langka — pertumbuhan tinggi dan inflasi rendah di tengah tekanan global,” ujarnya.
Laporan BI menunjukkan, kredit perbankan di Kepri melesat 20,6 persen, dua kali lipat dibandingkan tahun lalu. Lonjakan ini didorong oleh pertumbuhan kredit korporasi sebesar 26,3 persen, menandakan meningkatnya aktivitas industri dan investasi di daerah.
Meski begitu, Ronny menegaskan tantangan ke depan bukan sekadar mempertahankan laju pertumbuhan, tetapi juga mewujudkan pemerataan ekonomi. “Kita ingin pertumbuhan yang inklusif, dirasakan oleh semua xari industri besar hingga UMKM dan rumah tangga,” katanya, saat memaparkan capaian di Kepri Economic Forum 2025 yang digelar di Ballroom Hotel Grand Mercure Batam Center, Selasa (4/11/25).
Sejalan dengan tema forum “Unlocking Kepri’s Inclusive Growth Potential Through the Blue Economy”, BI menyoroti pentingnya pengembangan ekonomi biru sebagai arah baru pembangunan Kepri. Fokus ini menitikberatkan pada pengelolaan sumber daya laut berkelanjutan, industri perikanan bernilai tambah, dan pariwisata bahari berbasis masyarakat pesisir.
“Kepri punya potensi maritim besar dan bisa jadi model ekonomi biru Indonesia,” tegas Ronny.
Forum yang dihadiri pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan lembaga keuangan itu juga menyoroti strategi meningkatkan daya saing, investasi hijau, dan inovasi keuangan untuk memperkuat fondasi ekonomi daerah.
Dengan kinerja ekonomi yang terus menanjak dan arah pembangunan berbasis keberlanjutan, Kepri kini berada di jalur strategis menuju pusat ekonomi hijau dan inklusif di barat Indonesia.(Ind)



























