OPINI  

Gembong Narkoba Ditangkap, Netizen: Beda Perlakuan Dengan Kurir dan Seriuskah Usut Tuntas

DPO Bareskrim Yuwanky saat diamankan Bareskrim Polri di Bandara Soetta.(Ist_)
Share

Jakarta, [GT] – Penangkapan Yuwanky, di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, Kamis (27/8/26), sosok yang disebut sebagai aktor penting atau ‘gembong’ dalam jaringan peredaran narkoba di tempat hiburan malam (THM) Planet Group Kota Batam memasuki babak baru.

Setelah Basri Lewaimang, terduga pengendali peredaran narkoba lebih dulu ditangkap Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri di Johor Bahru, Malaysia. Keduanya sama-sama diburu Bareskrim Polri dan dikaitkan dengan jaringan peredaran narkotika di kawasan THM Batam, Kepulauan Riau.

Advertisement

Namun, ada satu hal yang kemudian menjadi perhatian publik, perbedaan visual yang beredar luas dimasyarakat saat keduanya dibawa menuju Gedung Bareskrim Polri.

Baca : Gembong Narkoba Batam Diciduk Interpol di Kuala Lumpur, Basri Segera Diterbangkan ke Jakarta

Basri, yang diamankan di Malaysia pada 20 Agustus 2026, terlihat digiring petugas dengan kedua tangan dalam kondisi terikat. Saat tiba di Bareskrim, Basri juga tampak mengenakan borgol dan dikawal penyidik.

Sementara itu, dalam dokumentasi penangkapan Yuwanky di Bandara Soekarno-Hatta, tersangka terlihat digiring petugas menuju kendaraan tanpa mengenakan borgol dan masih bisa berjabat tangan di pintu kedatangan.

Perbedaan visual tersebut kemudian memunculkan pertanyaan, mengapa dua orang yang sama-sama berstatus DPO dalam perkara jaringan narkoba yang sama terlihat mendapatkan perlakuan berbeda saat diamankan? tapi itu hanya ganjang-ganjing netizen saja.

Sorotan terhadap penangkapan Yuwanky dan Basri seharusnya tidak berhenti pada persoalan borgol atau tidak diborgol. Namun, seberapa jauh dan serius Bareskrim mampu membongkar jaringan narkoba Batam hingga ke pemasok utama, aliran uang, aset, dan pihak-pihak lain yang diduga menikmati keuntungan dari bisnis tersebut.

Baca : Bareskrim Polri Buru Basri Terkait Dugaan Peredaran 40 Ribu Butir Ekstasi di Planet Group

Dalam perkara ini, penyidik juga telah menelusuri aset yang diduga berkaitan dengan jaringan narkoba. Bahkan perkara Yuwanky dikaitkan dengan dugaan tindak pidana pencucian uang yang berasal dari tindak pidana narkotika.

Perkara ini menjadi perhatian karena dugaan peredarannya tidak dalam skala kecil. Polisi mengungkap adanya distribusi narkotika dalam jumlah besar dan berlangsung secara masif, sehingga pengungkapan pelaku di tingkat pengendali menjadi penting untuk memutus rantai peredaran.

Kedua yang telah diamankan tersebut, juga diketahui memiliki jaringan bisnis yang sudah menggurita di Batam dari sektor perhotelan, pelabuhan, property hingga jalur logistik. Penyidik diharapkan untuk serius menelusuri dari mana narkoba berasal, kepada siapa barang dikirim, hingga siapa yang mengendalikan distribusinya selama bertahun-tahun.

Jika dugaan tersebut terbukti, pengungkapan jaringan Yuwanky dan Basri dapat menjadi pintu masuk untuk membongkar rantai distribusi narkoba secara lebih luas, mulai dari pemasok, pengendali, kurir hingga aliran dana.

Baca : Geger! Bareskrim Gerebek Kasino di Batam, 197 Orang Diamankan dan Rp7,79 Miliar Disita

Persoalannya, peredaran narkoba dalam jumlah besar tidak mungkin hanya bergantung pada satu atau dua orang. Ada jaringan yang bekerja secara berlapis. Mengingat beberapa waktu ke belakang, beragan jenis narkoba dari luar negri dalam jumlah fantastis digagalkan di perairan.

Batam, Kepri sendiri memiliki posisi strategis sebagai wilayah perbatasan Selat Malaka dan jalur berlintasan barang maupun orang. Kondisi tersebut membuat upaya pemberantasan narkoba membutuhkan penindakan berlapis, mulai dari kurir, pemasok, pengedar hingga bandar dan pengendali jaringan.

Karena itu, publik kini menunggu sejauh mana penindakan Bareskrim Polri mampu membongkar seluruh mata rantai peredaran narkoba di Batam, bukan berhenti pada pelaku yang berada di permukaan.(Ind)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *