Kepri Fokus Digitalisasi Pelayanan Publik Demi Masa Depan Lebih Setara di Lautan Tantangan

Pj Sekda Kepri Luki saat hadiri acara BI Kepri di Batam.(GRTT/Nug)
Share

Batam, [GT] – Di wilayah yang terbentang gugusan pulau besar hingga kampung-kampung kecil di tengah laut, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau memilih digitalisasi sebagai jembatan untuk mendekatkan pelayanan publik kepada warganya.

Penjabat (Pj) Sekeretaris Daerah (Sekda) Kepri, Luki Zaiman Prawira, menegaskan bahwa penguatan layanan berbasis teknologi bukan lagi sekadar modernisasi administrasi, tetapi kebutuhan mendasar agar masyarakat di pulau-pulau terpencil dapat merasakan kehadiran negara dengan cara yang sama seperti mereka yang tinggal di pusat kota.

Advertisement

Selepas menghadiri Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025 di Batam, Luki menuturkan bahwa pemerintah daerah sedang mempercepat transformasi digital, terutama di sektor keuangan dan layanan publik.

Menurutnya, akses yang lebih mudah, proses yang lebih cepat, serta pelayanan yang lebih transparan akan membantu Kepri bersaing dalam ekonomi yang semakin terhubung secara global. Ia juga melihat peluang besar untuk UMKM lokal ketika pemerintah, BUMD, dan sektor swasta bergerak bersama memperluas ekosistem digital.

PTBI 2025 sendiri menjadi ruang kolaborasi berbagai pihak—mulai dari BI Kepri, pelaku usaha, akademisi, hingga UMKM dan Lembaga Adat Melayu. Di forum itu ditekankan bahwa sinergi kebijakan, inovasi, dan stabilitas ekonomi harus berjalan seiring agar daerah mampu menghadapi tekanan global.

Bagi Kepri, tantangan utama selalu sama: jarak antarwilayah yang dipisahkan lautan. Namun Luki melihat justru di sanalah letak peluang. Dengan posisi strategis berbatasan dengan negara tetangga, Kepri dapat memperkuat konektivitas dan memanfaatkan arus perdagangan serta investasi lintas negara yang terus berkembang.

Inflasi pun menjadi perhatian. Dengan realisasi inflasi Oktober mencapai 3,1 persen, pemerintah daerah terus memperketat pengawasan pasokan kebutuhan pokok serta meningkatkan koordinasi antarinstansi untuk menjaga inflasi tetap di jalur sasaran nasional 2,5±1 persen.

Melalui percepatan digitalisasi dan penguatan ekonomi berbasis teknologi, Luki optimistis Kepri mampu menjaga pertumbuhan sekaligus meningkatkan daya saing. Harapannya sederhana namun kuat: agar masyarakat di pulau terjauh sekalipun merasakan manfaat pembangunan yang sama.

“Kolaborasi harus terus terbangun, agar daya saing daerah meningkat dan masyarakat dapat merasakan perubahan nyata,” tandasnya.(Nca)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *