Ruko Baru Dikomplek Elit Batam Diduga Jadi Lokasi Scamming, Sejumlah Wanita Cantik Disekap

Share

Batam, [GT] – Kabar menyeramkan kembali beredar di Kota Batam, Kepri, sejumlah rumah toko (Ruko) di komplek elit diduga dijadikan lokasi kejahatan Scamming. Ada sejumlah wanita cantik sebagai objek kejahatan disekap didalamnya.

Baca : Direskrimsus Turun Langsung Saat Deportasi WN China Pelaku Scamming

Advertisement

Informasi yang dihimpun, sejumlah lokasi yang diduga dijadikan pusat Love Scamming telah dilakukan penggerebekan oleh pihak Kepolisian setempat. Namun, kuat dugaan otak pelaku masih melenggang bebas, tak turut diamankan.

Masyarakat di Kecamatan Sekupang, Batam, resah mendengar ada sejumlah lokasi Ruko disekitar pemukiman dijadikan pusat Scamming. Penindakan ratusan WNA yang jadi pelaku Scamming juga sempat menggemparkan.

Belum lekang oleh waktu, dalam ingatan warga Batam pernah dijadikan pusat Scamming yang telah berhasil dibongkar Ditreskrimsus Pollda Kepri tahun 2024 lalu.

Baca : Sebanyak 153 Tersangka Love Scamming Dijemput Polisi China di Batam

Sekitar sepekan lalu, pihak Kepolisian dikabarkan telah melakukan penindakan di sebuah ruko di kawasan Kecamatan Sekupang, Batam. Sejumlah korban wanita yang diduga dieksploitasi berhasil diselamatkan petugas dari dalam lokasi tersebut.

Beberapa warga sekitar diketahui ada yang menyaksikan kejadian tersebut. Mereka mengaku melihat seorang wanita muda dibawa oleh pihak Kepolisian dari lokasi ruko tersebut. Namun tidak diketahui jelas bagaimana nasib wanita muda ini selanjutnya.

“Kami lihat ada penggerebekan sekitar seminggu lalu, katanya love scamming tapi kami liat berita di media tidak ada. Kami coba browsing di laman pencarian dan media sosial juga tidak ada berita tersebut,” ucap sumber yang enggan identitasnya dipublikasi, Minggu (21/9/25).

Baca : Batam Dimanfaatkan Pelaku Asal China Sebagai Markas Scamming

Hingga berita ini diturunkan, awak media masih berusaha melakukan konfirmasi kepada Satreskrim Polresta Barelang atas penindakan tersebut, namun belum ada keterangan resmi yang disampaikan.(Rid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *