Batam, [GT] – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepulauan Riau mempercepat digitalisasi transaksi menjelang Ramadan sebagai langkah antisipasi maraknya peredaran uang palsu.
Optimalisasi pembayaran non-tunai berbasis QRIS dinilai menjadi tameng utama untuk menjaga keamanan dan kelancaran transaksi, terutama di Batam dan wilayah Kepri.
Kepala Perwakilan BI Kepri, Ronny Widijarto, mengimbau pedagang dan masyarakat beralih ke transaksi digital. Menurutnya, QRIS mampu menekan risiko penipuan yang cenderung meningkat saat perputaran uang tinggi menjelang Idulfitri.
Meski mendorong non-tunai, BI tetap meminta masyarakat waspada saat menerima uang tunai. Dalam penukaran uang baru, hendaknya di loket resmi atau kas keliling,” katanya, usai pelepasan Kas Keliling BI Kepri di Batam, Jumat (13/2/2026).
Edukasi metode 3D (dilihat, diraba, diterawang) terus digencarkan guna mendeteksi keaslian rupiah, khususnya di tengah lonjakan belanja dan pembagian THR.
BI Kepri mencatat, sepanjang 2025 ditemukan 1.045 lembar uang palsu di wilayah Kepri, dengan pecahan Rp100 ribu dan Rp50 ribu paling banyak dipalsukan.
Ronny menekankan, penukaran uang hanya dilakukan melalui jalur resmi seperti perbankan dan layanan kas keliling BI, sembari memperkuat koordinasi dengan aparat penegak hukum untuk menekan peredaran uang palsu.(Ind)



























