Batam, [GT] – Suasana dini hari di Pulau Mat Belanda, Kelurahan Sekanak Raya, Kecamatan Belakang Padang, Batam mendadak mencekam sesaat bunyi gemuruh selesai.
Sebuah rumah warga di kawasan Kampung Tangguh dilaporkan roboh, Rabu (31/12/2025), saat sebagian warga masih terlelap tidur rumah paanggung berbahan kayu ini ambruk ke laut.

Peristiwa tersebut sontak mengundang kepanikan warga sekitar. Laporan masyarakat yang masuk ke kepolisian langsung direspons cepat.
Kapolsek Belakang Padang AKP Asril turun langsung ke lokasi kejadian (TKP), memimpin pengecekan bersama personel Polsek Belakang Padang guna memastikan situasi aman dan tidak menimbulkan korban lanjutan.
Dengan sigap, aparat kepolisian menyisir area rumah roboh, mengamankan lokasi, serta berkoordinasi dengan warga sekitar. Kehadiran polisi di tengah malam itu memberikan rasa tenang bagi masyarakat yang sempat khawatir akan adanya korban jiwa.
Di sela-sela peninjauan, AKP Asril memastikan bahwa insiden tersebut tidak menelan korban.
“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa. Rumah roboh ini murni disebabkan faktor usia bangunan yang sudah tua, ditambah pengaruh cuaca serta air laut pasang,” tegasnya.
Menurut AKP Asril, wilayah pesisir Belakang Padang memang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap cuaca ekstrem dan pasang surut air laut. Kondisi tersebut dapat mempercepat kerusakan bangunan, terutama rumah-rumah lama yang berdiri di atas wilayah rawan.
“Kami mengimbau warga agar lebih waspada. Jika melihat bangunan yang sudah rapuh atau berpotensi roboh, segera laporkan agar tidak menimbulkan korban di kemudian hari,” ujarnya.
Kapolsek juga menegaskan, Polsek Belakang Padang akan terus memantau situasi pascakejadian dan siap memberikan bantuan apabila dibutuhkan oleh warga terdampak.
Langkah cepat dan kehadiran langsung Kapolsek bersama jajarannya mendapat apresiasi dari warga setempat. Mereka menilai respons kepolisian sangat sigap dan memberikan rasa aman di tengah situasi darurat yang terjadi secara tiba-tiba.(Jad)



























