Batam, [GT] – Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menunjukkan geliat ekonomi yang semakin kuat melalui pertumbuhan pesat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Wakil Menteri Koperasi dan UKM RI, Helvi Yuvi Moraza menjelaskan, berdasarkan data terbaru, jumlah UMKM di Kepri telah mencapai 146.638 unit usaha yang tersebar di tujuh kabupaten dan kota. “Angka ini menjadi sinyal positif bahwa sektor UMKM masih menjadi tulang punggung ekonomi daerah kepulauan ini,” katanya, saat kunjungan ke BP Batam, Rabu (12/11/25).
Batam Jadi Penggerak Utama
Dari total tersebut, Kota Batam mendominasi dengan sekitar 75.064 unit usaha, atau lebih dari separuh total UMKM di Kepri. Posisi Batam sebagai kawasan industri dan perdagangan strategis memberikan keuntungan besar bagi pelaku usaha kecil, terutama dalam akses ke pasar dan dukungan infrastruktur logistik.
Selain Batam, beberapa daerah lain juga mencatat jumlah UMKM yang signifikan, antara lain: Tanjungpinang: ±18.613 unit, Karimun: ±18.434 unit, Bintan: ±11.783 unit, Lingga: ±9.028 unit, Natuna: ±8.454 unit dan Kepulauan Anambas: ±5.262 unit.
Pemerataan jumlah pelaku usaha di berbagai kabupaten/kota ini menunjukkan potensi ekonomi lokal yang beragam, mulai dari industri kreatif hingga sektor perikanan dan pariwisata berbasis komunitas.
Program Pendukung UMKM Terus Diperluas
Pemerintah Provinsi Kepri melalui Dinas Koperasi dan UKM terus memperluas dukungan bagi pelaku UMKM. Hingga pertengahan 2024, sekitar 1.398 pelaku usaha telah memanfaatkan program pinjaman modal tanpa bunga dengan plafon hingga Rp 40 juta per usaha.
Selain itu, pemerintah juga mengalokasikan subsidi bunga pinjaman dengan realisasi mencapai Rp 944 juta dari total pagu Rp 1 miliar. Program ini terbukti membantu pelaku usaha kecil menjaga arus kas dan memperluas produksi di tengah tantangan ekonomi global.
Dari sisi legalitas, sekitar 10.500 pelaku UMKM di Kepri kini telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk mendorong usaha formal dan memperluas akses terhadap pembiayaan perbankan maupun pasar digital.
Ekonomi Kepri Terus Menguat
Pertumbuhan ekonomi Kepri juga menunjukkan tren positif. Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) dan Pemerintah Provinsi Kepri, ekonomi daerah ini tumbuh 7,48% year-on-year pada triwulan III 2025 tertinggi di Sumatera dan ketiga secara nasional. Lonjakan ini salah satunya ditopang oleh kontribusi UMKM yang semakin kuat di sektor industri pengolahan, perdagangan, serta jasa pariwisata.
Tantangan dan Arah ke Depan
Meski jumlah UMKM terus meningkat, tantangan tetap ada. Sebagian besar pelaku usaha masih menghadapi keterbatasan akses modal, digitalisasi, dan pasar ekspor. Selain itu, masih banyak UMKM yang belum memiliki legalitas usaha dan belum terhubung dengan program pembiayaan pemerintah seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Namun, peluang bagi UMKM Kepri sangat terbuka. Konsentrasi pelaku usaha di Batam serta pengembangan digitalisasi dan kemitraan industri menjadi potensi besar untuk mendorong ekspor dan menciptakan lapangan kerja baru.
Dengan lebih dari 146 ribu UMKM aktif dan pertumbuhan ekonomi yang terus menguat, Kepulauan Riau kini menapaki jalan menjadi salah satu episentrum ekonomi baru di wilayah barat Indonesia. Dukungan pemerintah, sinergi lembaga keuangan, dan kesiapan pelaku usaha untuk beradaptasi akan menjadi kunci dalam membawa UMKM Kepri naik kelas dan bersaing di pasar global.(Cgp)



























