Batam, [GT] – Sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) Melayu di Kota Batam mendatangi Mapolresta Barelang Batam, Jumat (23/1/26).
Kedatangan puluhan orang ini, untuk menyatakan sikap tegas terkait kasus penganiayaan terhadap juru parkir resmi Dinas Perhubungan (Dishub) Batam yang videonya viral di media sosial.
Baca : Viral Jukir Dishub Batam Dihajar, Kapolresta: Dua Pelaku Sudah Diamankan
Korban bernama Amdi diketahui merupakan warga Pulau Yal, Kecamatan Kundur, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau. Aksi kekerasan tersebut diduga dilakukan oleh pihak keamanan lokasi pertokoan tempat korban bertugas.
Puluhan perwakilan ormas yang hadir berasal dari Kerabat Barkad Kota Batam, Lang Laut Provinsi Kepri, Gerak Kepri, Perkumpulan Masyarakat Ungar, GRIB Batam, serta Perkuba Batam.
Kedatangan mereka bertujuan memberikan dukungan moral kepada korban sekaligus mendesak kepolisian agar mempercepat proses hukum.
Baca : Berantas Premanisme, Polresta Batam Ciduk 8 Jukir Liar Yang Meresahkan Warga
Sekretaris Jenderal Kerabat Barkad Kepri, Eddy, menegaskan pihaknya meminta Polresta Barelang mengusut kasus ini hingga tuntas dan menangkap seluruh pelaku penganiayaan.
“Kami meminta kasus ini diproses secara hukum sampai selesai. Tangkap semua pelaku pemukulan. Ini sangat mencederai anak tempatan dan merusak nilai keberagaman suku yang selama ini kita jaga bersama. Siapapun yang bersalah harus ditindak tegas,” tegas Eddy, usai diskusi dengan Kapolresta Barelang.
Ia juga menyampaikan, apresiasi kepada Kapolresta Barelang Kombes Pol Anggoro W dan Kasat Intelkam Kompol Yudi yang telah menerima serta menyambut baik kedatangan para perwakilan ormas melayu ini.
Baca : Dishub Batam Bidik PAD Rp37 Miliar dari Parkir di 2026
Dalam pernyataan sikap bersama, seluruh ormas yang hadir menegaskan tidak ada kata damai sebelum para pelaku diproses sesuai hukum yang berlaku. Mereka juga mengimbau seluruh elemen masyarakat agar menahan diri dan tidak melakukan aksi kekerasan dalam bentuk apa pun.
Menurut mereka, penegakan hukum yang adil dan tegas merupakan satu-satunya jalan untuk menjaga ketertiban, keamanan, serta keharmonisan antarwarga di Kota Batam.
Usai mendatangi Mapolresta untuk berdialog, rombongan masa juga mendatangi Kantor Dishub Batam untuk mempertanyakan sikap OPD Pemko Batam atas aksi penganiayaan tersebut, sebelum masa membubarkan diri dengan tertib.(Ind)



























