Batam, [GT] – Nasib pilu menimpa Amdi, seorang juru parkir (jukir) resmi Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam. Saat tengah mencari nafkah di kawasan Bengkong, Batam.
Demi keluarga di rumah, Amdi justru menjadi korban penganiayaan brutal yang videonya viral di media sosial dan mengundang keprihatinan publik.
Insiden tersebut akhirnya dilaporkan secara resmi ke Polresta Barelang. Kepolisian bergerak cepat menindaklanjuti kasus yang menyita perhatian masyarakat itu.
Kapolresta Barelang Kombes Pol Anggoro Wicaksono menegaskan, dua orang terduga pelaku penganiayaan telah diamankan dan saat ini tengah menjalani pemeriksaan intensif.
“Sudah kita amankan dua orang terduga pelaku penganiayaan terhadap juru parkir tersebut. Saat ini masih dalam proses pemeriksaan,” ujar Anggoro, Jumat (23/1/26).
Cari Nafkah, Justru Dihajar
Kakak korban, Amry, mengaku hingga kini pihak keluarga belum mengetahui secara pasti pemicu kekerasan yang dialami adiknya. Amdi diketahui merupakan tenaga juru parkir Dishub Batam yang bertugas di sekitar kawasan pertokoan Ocarina hingga Pasir Putih, Bengkong.
“Kami tidak tahu apa penyebabnya. Yang jelas adik saya sedang bertugas mengatur parkir, tiba-tiba didatangi sejumlah orang, sempat adu mulut, lalu terjadi pemukulan,” kata Amry saat ditemui di Kantor Dishub Batam.
Menurut keterangan keluarga, saat kejadian Amdi sedang menjalankan tugas di depan deretan pertokoan yang difungsikan sebagai tempat makan. Tanpa peringatan, situasi berubah mencekam.
Dipukul Saat Dikepung, Video Viral
Dalam rekaman video berdurasi 1 menit 6 detik yang beredar luas di media sosial, tampak Amdi mengenakan atribut juru parkir. Ia dikerumuni puluhan orang yang diduga merupakan pihak keamanan lokasi.
Tak berselang lama, empat orang lainnya datang mengendarai dua sepeda motor dan langsung melancarkan aksi pemukulan secara membabi buta. Korban terlihat berusaha menghindar dari kerumunan, namun kalah jumlah.
Bogem mentah kembali mendarat ke tubuh Amdi dari berbagai arah. Wajah-wajah pelaku tampak masih diliputi emosi, sementara korban hanya bisa bertahan sambil melindungi diri.
Beruntung, sejumlah warga akhirnya turun tangan menyelamatkan Amdi dan membawanya menjauh dari lokasi kejadian untuk menghindari penganiayaan yang lebih parah.
Polisi Dalami Motif dan Pelaku Lain
Polresta Barelang memastikan penanganan kasus ini terus berjalan. Polisi masih mendalami motif penganiayaan serta kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat dalam pengeroyokan tersebut.
Kasus ini kembali menjadi sorotan publik, sekaligus pengingat keras akan risiko yang dihadapi para pekerja lapangan kecil seperti juru parkir, yang kerap menjadi korban kekerasan saat menjalankan tugas demi sesuap nasi.(Nca)



























