Batam, [GT] – Entah apa yang ada dibenak Sahdan (37 tahun) bersama belasan rekanya yang diselundupkan dari negeri jiran Malaysia oleh tekong. Alih-alih sampai di Batam, mereka disuruh lompat dari boat pancung yang ditumpangi, supaya berenang ke pinggir pesisir, Selasa (21/5/24).
Kawanan yang telah berhasil diselamatkan tim gabungan TNI-Polri ini mayoritas dari Lombok, NTB. Mereka telah membayar mahal untuk pulang ke tanah air melalui jalur ilegal, lantaran mereka pergi juga demikian.
Para PMI ini disinyalir telah berada di Malaysia, sekitar 6 bulan dan bekerja sebagai buruh perkebunan dan kontruksi. Belasan orang ini awalnya ditemukan nelayan saat berenang ke pulau kosong yakni, Pulau Tanjung Acang, Kecamatan Nongsa, Batam.
Informasi yang dihimpun, rombongan ini berangkat dari Tebing Tinggi, Malaysia ke Batam dengan membayar sekitar Rp 10 kuta oleh sindikat penyelundupan orang dari perbatasan. Mereka berangkat pada Senin (20/5/2024) sekitar pukul 21.00 waktu Malaysia.
“Satu orang bayar sekitar Rp10 juta, janjinya diantar sampai ke kampung halaman (Lombok Timur),” kata salah satu dari mereka, saat telah dievakuasi di Posal Lantamal IV Batam di Telaga Punggur Batam, Selasa (21/05/24).(*)



























