Kematian Natanael Masih Didalami, Kabid Propam: Sudah Diproses Cepat dan Tepat

GARTTA
Kabid Propam Polda Kepri Kombes Pol Eddwi Y saat ditemui di Batam.(GRTT/Nug)
Share

Batam, [GT] – Duka menyelimuti institusi Kepolisian Daerah Kepulauan Riau. Seorang polisi muda, Bripda Natanael Simanungkalit, ditemukan meninggal dunia secara tragis di lingkungan Mess Polda Kepulauan Riau, Senin (13/4/2026) dini hari.

Natanael bukan sekadar anggota baru. Ia adalah sosok muda yang baru saja menuntaskan pendidikan di SPN Polda Kepri. Sebuah fase yang seharusnya menjadi awal perjalanan pengabdian kepada negara, malah berujung kematian.

Advertisement

Bersama rekan seangkatannya, ia diwajibkan tinggal di mess sebagai bagian dari pembinaan mental dan kedisiplinan. Namun, takdir berkata lain. Tempat yang mestinya menjadi ruang belajar dan pembentukan karakter, justru menjadi lokasi terakhir hidupnya.

Informasi awal yang beredar menyebutkan, korban diduga tewas akibat penganiayaan yang melibatkan seniornya sendiri. Dugaan ini sontak memicu perhatian publik, sekaligus menimbulkan tanda tanya besar terkait keamanan dan pola pembinaan di lingkungan internal kepolisian.

Hingga saat ini, kronologi pasti kejadian masih belum diungkap secara resmi. Aparat kepolisian memilih berhati-hati dan menutup rapat detail peristiwa, sembari melakukan pemeriksaan intensif terhadap sejumlah saksi.

Jenazah Bripda Natanael telah dibawa ke RS Bhayangkara Polda Kepri untuk menjalani autopsi guna memastikan penyebab kematian. Hasil pemeriksaan medis tersebut diharapkan dapat mengungkap fakta sebenarnya di balik peristiwa tragis ini.

Kabid Propam Polda Kepulauan Riau, Kombes Pol Eddwi Kurniyanto, membenarkan adanya insiden tersebut. Ia menegaskan bahwa proses penyelidikan masih berlangsung.

“Ini lagi dikumpulkan dulu. Saksi-saksi,” ujarnya singkat.

Ia menambahkan, pihaknya telah melakukan langkah pemeriksaan dan pengamanan sesuai prosedur yang berlaku, serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah personil.

“Langsung kita proses dengan cepat dan tepat. Seluruh perkembangan akan segera kami sampaikan,” ujarnya, Selasa (14/4/2026)

Peristiwa ini tak hanya meninggalkan luka mendalam bagi keluarga korban, tetapi juga menjadi sorotan serius bagi institusi Polri. Publik menanti transparansi dan ketegasan aparat dalam mengungkap kebenaran, serta memastikan tidak ada praktik kekerasan yang mencoreng wajah penegakan hukum di Indonesia.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *